Januari 2017, ada buku saya yang bisa kembali terbit, meski bukan buku solo, melainkan buku kolaborasi.
Sekitar bulan Mei 2016, saya mendapatkan email dari seseorang yang to the point mengajak saya untuk membuat sebuah buku handlettering. Saat itu sih konsep yang ditawarkan adalah membuat buku coloring book dengan handlettering yang kontennya seputar motivasi bisnis atau semacamnya. Saya menawarkan beberapa ide untuk bisa dieksekusi pada Mbak Melly, pihak Metagraf yang mengirimkan email pada saya tersebut, yang kemudian akan didiskusikan dulu dengan pihak penerbit.
Beberapa waktu kemudian, Mbak Melly kembali mengirimkan email, mengabarkan bahwa konsep buku yang disetujui oleh penerbit adalah interactive book dengan handlettering, namun kontennya akan berupa motivasi hidup bagi para hijaber muda. Dan, akan ada yang berkolaborasi dengan saya untuk membuat kontennya, yaitu hijab blogger bernama Indah Riyanti Putri.
Saya belum kenal. Hahaha. Akhirnya ya kepoin deh. Ternyata beliau ini adalah seorang dokter. Tulisan-tulisannya di blog ya seputar review beauty products dan inspirasi sehari-hari. Ah, cucoklah ya.
Akhirnya disepakati, sistem kerjanya Indah yang menulis konten, kemudian akan mengirimkannya pada saya untuk kemudian saya buat ilustrasinya.
Dan, sekitar bulan September pun kami berhasil menyelesaikannya. Sedikit molor sih, tapi untunglah nggak terlalu lama.
Ini dia buku "Open Your Mind" yang saat ini sudah bisa didapatkan di toko-toko buku di seluruh Indonesia.
Beberapa ilustrasi handlettering yang bisa kamu warnai di dalamnya adalah sebagai berikut.
Nah, kalau mau ngintip lebih banyak lagi, ini ada videonya yang saya unggah ke Instagram.
Belajar itu bisa dari mana pun! Setuju? Saya sih setuju. Saya sudah menjalaninya sendiri untuk menjadi seorang desainer grafis, meski ya masih amatir.
Sejujurnya, saya nggak pernah belajar desain grafis secara khusus. Ada sih beberapa kali ikut kursus, tapi saya malah justru lebih berkembang saat saya belajar sendiri secara otodidak atau lewat buku.
Latar belakang pendidikan saya adalah arsitektur. Mungkin itu sedikit banyak memberi saya dasar desain. Tapi dalam pengembangannya, akhirnya ya tetap saja beda.
Sampai sekarang, saya terus belajar. Otak saya yang sudah mulai uzur kadang ya ngos-ngosan saya paksa untuk update dan upgrade skill. Beberapa hal saya memang mentok, ya sudah enggak apa-apa. Saya toh nggak pernah ngotot untuk sempurna.
Tapi saya selalu suka mendapatkan pengetahuan baru, terutama yang berkaitan dengan desain. Salah satunya belajar dengan menonton video-video TED Talks.
Ada yang belum tahu TED?
TED (Technology, Entertainment, Design) adalah sebuah organisasi media nirlaba yang mengunggah presentasi secara gratis yang didistribusikan secara online, di bawah slogan "ideas worth spreading". TED didirikan pada Februari 1984 sebagai sebuah konferensi, yang diadakan tahunan semenjak 1990. Perhatian awal TED adalah teknologi dan desain, sesuai dengan asal Silicon Valley-nya, namun belakangan ini lebih melebarkan fokusnya dan merangkum presentasi di berbagai topik akademis, budaya, dan ilmiah.
Begitu penjelasan dari Wikipedia.
Penjelasan lebih lanjutnya langsung baca aja di Wikipedia. Pokoknya banyak alasan untuk nonton TED Talks ini.
Nah, saya punya 7 video TED Talks yang wajib tonton untuk para desainer (wanna-bes)--maksudnya untuk mereka yang memang sudah berprofesi sebagai desainer atau mereka yang pengin menjadi desainer. Desainer apa? Desainer apa pun. Kita bisa ambil banyak pelajaran dari para speaker yang sangat expert di bidangnya masing-masing ini.
7 Video TED Talks yang wajib tonton untuk para desainer
1. “How giant websites design for you (and a billion others, too)” by Margaret Gould Stewart
Facebook "like" dan "share" button adalah elemen desain yang paling banyak dipergunakan sekarang ini. Tombol ini dipakai lebih dari 22 miliar kali dalam sehari.
Margaret Gould Stewart adalah product design director Facebook, dan membagikan pengalamannya saat harus memberi solusi dengan elemen desain kecil tapi punya dampak besar.
2. “The stories behind The New Yorker’s iconic covers” by Françoise Mouly
Saya selalu mengagumi cover-cover majalah The New Yorker. Iya, saya nggak bisa langganan, tapi ya kan boleh saya kagum.
Sangat khas! Silakan googling aja, kalau ada yang belum pernah liat ya. Saya akan bahas khusus kapan-kapan aja deh.
Françoise Mouly adalah The New Yorker's art director, dan ia bercerita banyak mengenai proses desain yang harus ia lalui setiap kali edisi baru akan terbit. Worth to watch!
3. “The secret language of letter design” by Martina Flor
Setiap hari kita melihat typografi art di sekitar kita. Ternyata semua bentuk, warna, garis, tekstur dan segala elemen desain dalam signages yang ada di sekitar kita itu nggak cuma asal dibikin. There are a lot of things beyond!
Martina Flor, seorang letter artist, menjelaskannya untuk kita. Video ini dalam bahasa Spanyol ya, tapi tenang, ada kok subtitles Inggrisnya.
4. “How Airbnb designs for trust” by Joe Gebbia
Joe Gebbia adalah cofounder Airbnb. Ia mempertaruhkan brand-nya akan konsep bahwa orang dapat trust each other enough untuk menginap di rumah orang asing.
Hmmm, padahal ada yang namanya stranger-danger thing kan ya? Bagaimana ia memecahkan permasalahan ini? Through good design.
5. “Where joy hides and how to find it” by Ingrid Fetell Lee
Ternyata desain itu nggak hanya harus bisa menyelesaikan permasalahan dan memberi solusi. Ada satu tugas lagi yang harus diselesaikan oleh seorang desainer: membawa rasa exciting atau "joy" bagi mereka yang menikmati desainnya.
Owh. Tugas berat!
Tapi coba ikuti ulasan Ingrid Fatell Lee, mengenai elemen desain apa saja yang akan menimbulkan perasaan senang ini? Ternyata kayak gini nggak sekadar just popped out of designer's head. Ada teorinya, ada ilmunya lo.
6. “The first secret of design is… noticing” by Tony Fadell
Bagi para desainer, tahap "mengamati" adalah tahap terpenting dalam proses desain. Bagaimana kita membuat sesuatu menjadi lebih baik, itu bisa kita dapatkan dari pengamatan.
Tony Fadell, the man behind iPod dan Nest thermostat sharing "the art of noticing" di video ini.
7. “You are fluent in this language (and don’t even know it) by Christoph Niemann
Picture talks 1000 words.
Setuju nggak dengan pernyataan ini? Enggak? Coba ikuti sharing Christoph Niemann, seorang ilustrator profesional, ini.
Without realizing it, we're fluent in the language of pictures.
Gitu katanya. Bener nggak sih? Saya bilang sih bener, apalagi setelah mengikuti ulasannya di video ini. Manggut-manggut aja sayanya, sambil ketawa-ketiwi karena Niemann ini sepertinya juga berbakat menjadi seorang stand up comedian :)))
Nah, itu dia 7 video wajib tonton untuk kamu yang sudah ataupun belum dan pengin menjadi seorang desainer.
Memang semuanya dalam bahasa Inggris sih. Tapi saya sendiri cukup bisa kok mengikutinya. Lagi pula semua dilengkapi juga dengan subtitles, meski bahasa pengantar yang dipakai oleh speakernya juga bahasa Inggris.
Cara Desain Logo Sendiri dengan Photoshop - Halo semua para desainer ataupun calon desainer indonesia, seperti biasa blog cobaide akan selalu berbagi informasi yang terkait dengan desain grafis. Dan pada kesempatan kali ini cobaide akan berbagi tutorial membahas bagaimana cara membuat logo brand distro di photoshop.
Membahas sediki tentang logo, mungkin beberapa diantara kalian sudah tak asing lagi dengan yang namanya logo. Seperti kita ketahui logo merupakan sebuah hasil sketsa/gambaran seseorang yang di rancang sedemikian rupa untuk mendapatkan logo terbaik. Logo juga bisa disebut bagian dari identitas perusahaan yang dirancang terutama sebagai simbol pembeda untuk dikenali di antara perusahaan-perusahaan lainnya.
Nah buat kalian yang suka dengan desain grafis yang menjalur ke bisnis, pada tutorial di sini akan mengajak kalian belajar cara membuat logo brand distro dengan cara yang sederhana akan tetapi cocok untuk kalian ketahui. Seperti apa langkah langkahnya, yuk langsung saja disimak tutorial lengkap + video di bawah ini.
Buka adobe photoshop kalian dulu guys.
Jika sudah masuk pada halaman pertama, silahkan klik File dan pilih New.
Pada halaman kerja di sini kalian bebas memberikan ukuran sendiri, mau pakai fixels atau cm silahkan. Jika kalian mau ngikuti tutorial juga silahkan versi cobaide memberikan ukuran 30cm untuk lebar, 30cm tinggi dan resolusi 300. Jika sudah diatur tepat silahkan buat nama file terlebih dahulu dan klik Ok.
Sampai di sini kita sudah masuk pada tahap cara membuat logo brand di photoshop.
Langkah pertama buat Layer baru terlebih dahulu guys.
Ubah warna menjadi hitam atau kalian bisa pilih sesuai keinginan sendiri, jika sudah klik Ok.
Langkah berikutnya membuat garis kotak dengan cara klik kanan pada menu tool dan pilih Rectangular Marquee Tool.
Drag sampai membentuk garis kotak.
Klik kanan pada menu tool dan pilih Pain Bucket Tool.
Kemudian klik pada area tengah garis putus putus yang sudah di buat tadi, jika sudah silahkan di Ctrl + D untuk menghilangkan garis putus putus.
Jika sudah membentuk kotak blog hitam, silahkan di miringkan dengan cara Ctrl + T kemudian miringkan dan sesuaikan secukupnya.
Jika sudah di sesuaikan tepat silahkan di Centang untuk menghilangkan garis.
Langkah berikutnya menduplicate Layer dengan cara klik kanan pada area Layer dan pilih Duplicate Layer.
Pada umumnya akan menjadi 2 Layer.
Ctrl + T kemudian miringkan kembali seperti cara sebelumnya sampai terlihat lurus, jika sudah silahkan di centang.
Pilih Move Tool dan geset ke bagian atas. Atur secukupnya ia guys.
Langkah berikutnya memotong atau menghapus area yang tidak kita inginkan.
Pilih Rectangular Marquee Tool, drag ke bagian yang akan di hapus kemudian Back Space pada keyboard.
Ctrl + D untuk menghilangkan garis putus putus.
Klik kanan pada area menu tool dan pilih Pen Tool.
Klik pada area yang akan di hapus, kemudian klik kembali dan satukan titik Pen Tool untuk memblog area yang akan di hapus.
Jika garis Pen Tool sudah menjadi satu silahkan klik pada area garis Pen Tool, pilih Make Selection dan Ok.
Backspace pada keyboard untuk menghapus area yang sudah diblog tadi dan Ctrl + D untuk menghilangkan garis putus putus.
Duplicate Layer kembali dengan cara yang sama, klik kanan pada area Layer dan pilih Duplicate Layers.
Ctrl + T, klik kanan dan pilih Flip Vertical.
Geser ke bagian bawah, sesuaikan secukupnya ia guys.
Klik kanan dan pilih Flip Horizontal.
Jika sudah silahkan di centang.
Langkah selanjutnya menyatukan Layer agar menjadi 1 Layer dengan cara klik kanan pada area Layer dan pilih Marge Down.
Ulangi kembali dengan cara sebelumnya agar menjadi 1 satu Layer.
Jika Layer sudah menjadi 1 silahkan klik kanan pada menu tool dan pilih Elliptical Marquee Tool untuk membuat lingkaran.
Drag sampai membentuk garis lingkaran.
Buat Layer baru terlebih dahulu.
Klik kanan pada area lingkaran dan pilih Stroke.
Pada halaman ini kalian bebas memberikan sendiri, versi cobaide memberikan ukuran 5 fx, pilih Inside dan Ok.
Ctrl + D untuk menghilangkan garis putus putus.
Ctrl + A, pilih Move Tool dan pilih Vertical Center. Secara otomatis garis lingkaran akan tepat pada posisi tengah tengah.
Ctrl + D untuk menghilangkan garis putus putus.
Sampai di sini salah satu langkah terakhir cara membuat logo brand di photoshop. Langkahnya pun sangat mudah sekali guys, klik kanan pada menu tool dan pilih Magic Wand Tool.
Klik pada area luar lingkaran.
Masuk pada Layer warna hitam kemudian Backspace.
Ctrl + D untuk menghilangkan garis putus putus.
Tutup simbol mata Layer lingkaran.
Dan hasilnya pun akan terlihat jelas karakter logo dari langkah ke langkah.
Langkah terakhir menyimpan file gambar dengan cara klik File di pojok kiri atas dan pilih Save As.
Buat nama File dan pilih Format File. Silahkan Save dengan Format PSD terlebih dahulu kemudian Ok. Save kembali dengan Format JPG/PNG kemudian Ok.
Selesai.
JPEG bertujuan untuk mendapatkan hasil gambar memiliki background, PNG untuk mendapatkan hasil gambar yang trasnparan tanpa background sedangkan PSD untuk mendapatkan hasil gambar File mentahan mulai dari awal kerja sampai akhir kerja.
Sara saya silahkan di simpan dengan Format yang sudah saya sertakan di atas, tujuan agar memudahkan kita dalam hal cetak mencetak dan bisa diubah dalam waktu ke waktu.
Mohon pengertiannya ia guys untuk tidak di copy paste begitu saja logo orang, tujuan membuat tutorial hanya sebagai pemancing ide atau sebagai inspirasi buat kalian semua, buatlah logo dengan karakter kalian sendiri. Semoga tutorial di atas dapat menambah inspirasi kalian dan bisa bermanfaat untuk kita semua. Amin